Menipu Diri Sendiri? Agar Terlihat Kuat.

 ​

Seorang perempuan duduk di depan cermin dengan dua topeng


Hi, sahabat Cermia.
Gimana kabarmu?
Semoga baik-baik saja. 

Pernahkah kamu berdiri di depan cermin, menarik napas panjang, lalu memaksakan sebuah senyuman hanya untuk memastikan bahwa "semuanya akan baik-baik saja"? 

Kita semua adalah aktor yang hebat dalam panggung sandiwara kehidupan kita sendiri. Kita menyebutnya sebagai ketangguhan, padahal sering kali itu hanyalah bentuk upaya menipu diri sendiri agar tidak terlihat hancur di mata dunia.

​Mengapa Kita Memilih Menutupi Kesedihan?

​Dalam tatanan sosial yang menuntut kita untuk selalu produktif dan ceria, menunjukkan kerapuhan seolah menjadi dosa besar. 

Kita merasa bahwa dengan mengakui "aku sedang tidak baik-baik saja", kita akan menjadi beban bagi orang lain atau dianggap sebagai pribadi yang lemah. Akhirnya, kita memilih untuk membangun tembok tinggi di sekeliling perasaan kita.

​Berpura-pura kuat menjadi mekanisme pertahanan diri yang paling mudah diambil. 

Kita tertawa paling keras di tongkrongan, kita bekerja paling rajin di kantor, dan kita menjadi pendengar yang paling baik bagi masalah orang lain, semua itu dilakukan hanya untuk membungkam suara-suara sedih di dalam kepala yang menuntut untuk didengarkan.

​Lelah Menjadi Si Kuat yang Tidak Pernah Mengeluh

​Masalahnya, topeng yang kita pakai setiap hari itu punya beratnya sendiri. Semakin lama kita menahan beban emosional tanpa pernah melepaskannya, semakin rapuh pondasi batin kita. 

Ada rasa lelah yang sangat mendalam saat kita harus terus menjaga imej di media sosial atau di lingkungan keluarga, sementara di dalam kamar, kita merasa kosong dan hampa.

​Menipu diri sendiri adalah bentuk pengkhianatan paling sunyi. Kita membohongi satu-satunya orang yang seharusnya paling kita lindungi: diri kita sendiri. 

Kita menolak mengakui luka, sehingga luka itu tidak pernah punya kesempatan untuk sembuh. Ia hanya mengendap di dasar hati, menunggu waktu untuk meledak dalam bentuk kejenuhan atau depresi yang lebih berat.

Baca opini yang serupa: Mental Capek Tapi Harus Kuat? Ini Yang Harus Dilakukan.

​Cara Berhenti Berpura-pura dan Mulai Menerima Diri

​Menjadi manusia yang utuh bukan berarti menjadi manusia yang tidak pernah jatuh. Berikut adalah beberapa langkah kecil untuk mulai melepaskan topengmu secara perlahan:

  1. ​Validasi Perasaanmu: Jika hari ini terasa berat, katakan pada dirimu bahwa itu wajar. Mengakui rasa sedih, marah, atau kecewa adalah langkah pertama menuju pemulihan.
  2. ​Cari "Ruang Aman" (Safe Space): Kamu tidak perlu terbuka kepada semua orang. Cari satu atau dua orang yang benar-benar kamu percaya, atau mulailah menulis jurnal pribadi. Menumpahkan perasaan dalam bentuk tulisan adalah cara terbaik untuk mengatasi kelelahan mental.
  3. ​Berhenti Membandingkan Ketabahan: Ketabahan setiap orang berbeda. Jangan merasa bersalah hanya karena kamu merasa hancur oleh hal-hal yang bagi orang lain terlihat sepele. Lukamu adalah milikmu, dan ia berhak untuk dirasakan.

​Menjadi Rapuh Adalah Bagian dari Kemanusiaan

​Ada keindahan dalam kerapuhan. Seperti seni Kintsugi dari Jepang, di mana keramik yang pecah disatukan kembali dengan emas, retakan-retakan dalam hidupmu justru itulah yang membuatmu unik dan berharga. 

Kamu tidak perlu menjadi sempurna untuk dicintai. Kamu tidak perlu menjadi selalu kuat untuk dianggap ada.

​Mulai hari ini, cobalah untuk lebih jujur pada detak jantungmu sendiri. Jika ingin menangis, menangislah. Jika lelah, beristirahatlah. 

Dunia tidak akan runtuh hanya karena kamu menunjukkan satu tetes air mata. Justru, dengan berani menunjukkan sisi manusiamu, kamu sedang memberikan izin kepada orang lain di sekitarmu untuk melakukan hal yang sama.

​Tips Ringan untuk Menghargai Diri Sendiri

Malam ini, sebelum memejamkan mata, ucapkan terima kasih pada dirimu. Bukan karena apa yang telah kamu capai, tapi karena kamu sudah bertahan sejauh ini meski dengan segala luka yang kamu sembunyikan. 

Lepaskan topengmu sejenak, biarkan dirimu bernapas dengan lega dalam kejujuran.

Baca opini yang serupa: Kenapa Sering Capek Padahal Ga Ngapa Ngapain? Ini Cara Sederhana Mengatasinya.

Gimana? Kamu pernah ngalamin hal yang seperti itu? Ceritakan di kolom komentar ya?

Komentar