Cara Memaafkan Orang yang Sangat Menyakiti Kita? Belajar dari Perceraian

 

Seorang ibu menangis sambil memeluk anaknya yang sedang tidur di ruangan penuh kardus dengan pencahayaan dramatis

​Pernahkah kamu merasa duniamu kiamat dalam semalam, ketika orang yang paling kamu percayai justru menjadi orang yang paling menghancurkanmu? Kita semua sepakat, saat dikhianati dan ditinggalkan saat sedang sayang-sayangnya adalah luka yang rasanya tidak akan pernah sembuh. 

Kamu mungkin saat ini merasa sendirian. Menatap masa depan yang buram. Sambil memeluk erat anakmu dengan tangan yang masih gemetar karena rasa sakit.

​Jika hari ini kamu merasa hidup sudah berakhir karena dikhianati pasangan. Tulisan ini hadir sebagai teman untuk menguatkan langkahmu yang goyah. 

Kita akan bersama melihat, bahwa ada cahaya di ujung lorong gelap yang sedang kamu lalui ini. Mari kita bedah, bagaimana cara bangkit dari keterpurukan setelah bercerai. Belajar dari kisahku yang harus berjuang sebatang kara, setelah dibuang demi perempuan lain.

Hi, sahabat Cermia. Bagaimana kabarmu? Semoga harimu menyenangkan, dan keadaanmu baik-baik saja ya, aamin. Mari kita lanjutkan.

​Saat Janji Setia Dibakar oleh Perselingkuhan 

​Dulu, aku mengira rumah tanggaku adalah pelabuhan terakhir yang paling aman. Aku memberikan seluruh hidupku, untuk melayani suami dan membesarkan anak kami, tanpa pernah curiga sedikit pun.

Namun, kenyataan pahit itu datang. Lewat sebuah pesan singkat yang salah kirim. Sebuah bukti perselingkuhan, yang menghancurkan seluruh fondasi hidup yang kubangun selama bertahun-tahun.

​Alih-alih meminta maaf atau memperbaiki keadaan. Suamiku justru memilih untuk menceraikanku demi perempuan itu. Aku ingat betul, saat dia mengemasi barang-barangnya. 

Ia meninggalkan aku dan anakku yang masih kecil di rumah. Tempat yang tiba-tiba terasa sangat dingin dan asing. Dia pergi tanpa menoleh, meninggalkanku sebatang kara tanpa pegangan finansial. Seolah-olah pengabdianku selama ini tidak ada harganya.

​Malam-malam setelah perceraian itu, adakah malam yang paling sunyi sekaligus paling bising di kepalaku. Aku harus memutar otak bagaimana cara membeli susu anak besok pagi. Sementara hatiku masih berdarah-darah karena luka selingkuh. 

Aku harus mulai bekerja serabutan, melakukan apa saja demi bertahan hidup. Aku juga sambil menahan tangis setiap kali anakku bertanya, "Ibu, Bapak kapan pulang?". Di titik itulah aku sadar. Aku tidak punya pilihan selain menjadi kuat.

​Mengelola Trauma Perselingkuhan dan Duka Perceraian

​Langkah pertama dalam cara bangkit dari keterpurukan setelah bercerai, adalah dengan menerima bahwa rasa sakitmu itu valid. Secara psikologis, diselingkuhi dan diceraikan secara sepihak memicu trauma yang disebut Betrayal Trauma. 

Otakmu mengalami guncangan hebal. Sosok yang seharusnya memberikan rasa aman. Justru menjadi sumber ancaman terbesar bagi kestabilan hidupmu.

​Kamu mungkin akan melewati fase depresi setelah cerai. Saat dimana kamu merasa tidak berharga dan gagal sebagai wanita. Penting untuk memahami bahwa perselingkuhan pasangan adalah kegagalan karakternya, bukan kegagalan nilai dirimu. 

Jangan biarkan tindakan buruk orang lain, menentukan caramu memandang dirimu sendiri. Kamu bukan korban selamanya. Kamu adalah penyintas yang sedang dalam proses pemulihan.

​Trauma ini sering kali membuat kita sulit untuk percaya lagi pada orang lain, atau bahkan pada diri sendiri. Namun, proses penyembuhan dimulai saat kamu berhenti mencari alasan. "Kenapa dia melakukannya" dan mulai bertanya "apa yang bisa kulakukan untuk diriku sekarang". 

Mengalihkan fokus dari pelaku pengkhianatan ke diri sendiri. Inilah kunci untuk mendapatkan kembali kendali atas hidupmu yang sempat dirampas paksa.

​Strategi Bertahan Hidup Sebagai Single Mother Sebatang Kara

​Menjadi orang tua tunggal secara mendadak dengan kondisi ekonomi yang sulit, adalah tantangan yang luar biasa berat. Kamu dipaksa untuk menjalankan peran ganda, sebagai pemberi kasih sayang sekaligus pencari nafkah. 

Dampak psikologis ditinggal suami bisa sangat mempengaruhi produktivitasmu. Namun di sinilah, insting bertahan hidup seorang ibu biasanya muncul dengan sangat dahsyat.

​Bekerja sendiri untuk menghidupi anak memberikan rasa lelah fisik yang luar biasa. Namun secara perlahan, hal itu juga membangun kemandirian finansial yang akan memulihkan harga dirimu. 

Setiap rupiah yang kamu hasilkan dari keringatmu sendiri, adalah bukti bahwa kamu mampu bertahan tanpa sosok yang pernah menganggapmu lemah. Jangan malu untuk memulai dari bawah. Karena kemandirian adalah obat terbaik untuk rasa minder pasca-perceraian.

​Ingatlah bahwa anakmu adalah motivasi terbesarmu. Namun jangan jadikan dia satu-satunya alasanmu untuk hidup. Kamu juga perlu bangkit demi dirimu sendiri. 

Membangun sistem pendukung (support system) sangatlah krusial. Carilah komunitas sesama wanita yang pernah mengalami hal serupa atau mintalah bantuan keluarga. 

Jangan menanggung semuanya sendirian. Kamu harus mengakui, bahwa kamu butuh bantuan adalah tanda bahwa kamu bijaksana, bukan lemah.

​Menata Kembali Masa Depan dan Menemukan Kebahagiaan Baru

​Bagaimana cara benar-benar "lepas" dari bayang-bayang masa lalu? Bagaimana cara memaafkan orang yang menyakiti kita, agar hidup lebih damai? 

Langkah pertama yang kulakukan, melakukan detoksifikasi emosional

Aku berhenti memantau hidup mantan suamiku di media sosial. Aku mulai fokus pada pengembangan diriku. 

Setiap kali rasa sedih datang, aku mengingatkan diriku bahwa aku sudah berhasil melewati hari-hari yang paling sulit. Aku jadi aku pasti bisa melewati hari ini juga.

​Kedua, mulailah menetapkan tujuan

Sebuah tujuan-tujuan kecil untuk masa depanmu dan anakmu. Mungkin itu sekadar menabung untuk pendidikan anak. Mungkin juga, merintis usaha kecil dari rumah. 

Pencapaian-pencapaian kecil ini akan memberikan hormon dopamin yang membantu otakmu pulih dari stres kronis. Kamu akan mulai menyadari bahwa hidup tanpanya ternyata bukan hanya mungkin, tapi bisa jadi jauh lebih tenang dan jujur.

​Terakhir, maafkanlah dirimu sendiri 

Maafkan dirimu, karena pernah mencintai orang yang salah. Maafkan dirimu, karena tidak bisa memberikan keluarga yang utuh bagi anakmu. 

Kebahagiaan tidak ditentukan oleh status pernikahan, melainkan oleh kedamaian batin. Di laman Cerita Manusia ini, kita percaya bahwa luka yang paling dalam sekalipun bisa menjadi tempat tumbuhnya kekuatan yang paling hebat.

​Dibuang dan dikhianati memang meninggalkan lubang di hati. Namun, dari lubang itulah kamu bisa membangun fondasi diri yang baru dan lebih kokoh.

Jangan biarkan cerita pahit ini menjadi akhir dari bukumu. Jadikan ini sebagai bab perubahan di mana kamu menjadi pahlawan bagi dirimu dan anakmu. Tetaplah melangkah, karena hari-hari indah sedang menantimu untuk dijemput dengan kepala tegak.


Komentar